Memahami Shutter Speed

Memahami Shutter Speed
Memotret dengan  variasi shutter speed
Bagi orang-orang yang awam dalam dunia fotografi istilah shutter speed mungkin akan terdengar asing, tapi bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia fotografi baik professional maupun hobi istilah ini pasti sudah tidak asing lagi, yups…. Shutter speed menjadi salah satu elemen penunjang terbentuk/terciptanya sebuah gambar dalam sebuah kamera.


Shutter speed atau Bahasa indonesianya Kecepatan rana adalah ukuran kecepatan rana membakar medium penangkap cahaya (lebih umum disebut film atau sensor digital). Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.

Shutter speed cepat atau shutter speed lambat adalah dua hal yang biasa di manfaatkan oleh para fotografer untuk mengkreasikan kamera agar menghasilkan gambar yang kreatif, contoh Shutter speed untuk membekukan gerakan. Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan.

Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority(Tv) dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Contoh lain misalnya untuk membekukan pergerakan aliran air gunakan pula shutter speed cepat, atau sebaliknya jika ingin menghaluskan gerakan air berarti gunakan shutter speed lambat.

Memahami Shutter Speed
Memotret dengan shutter speed lambat (2 second)
Memahami Shutter Speed
Memotret dengan shutter speed cepat ( 1/1250 )


Contoh lain ketika sobat ingin memotret anak-anak, yang biasanya sangat aktif dan tidak mau diam maka gunakanlah shutter speed yang tinggi bisa 1/250 ke atas, jangan lupa imbangi dengan menaikkan ISO atau set ISO ke Auto, supaya tidak terlalu ribet/sibuk mengatur settingan kamera sehingga moment krusialnya tidak tertangkap kamera.  

Setting shutter speed di kamera biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Featured Post

Mendapatkan penghasilan dengan menjual foto secara online

Mendapatkan penghasilan dari internet dapat dilakukan dengan berbagai cara, dari yang mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun, sampai yang m...