Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah

Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah
Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah

Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah- hai adik-adik, siapa disini yang menyukai pelajaran Fisika dan ingin memperdalaminya? atau malah tidak menyukai karena mendengar namanya saja sudah terpikir dengan rumus-rumusnya? atau ada yang masih kebingungan mengenai Fisika karena tidak tau mempelajari apa saja di dalamnya? oke, supaya kalian tidak bingung lagi dan berubah menjadi menyukainya mari kita berkenalan dengan Fisika. karena pepatah mengatakan tak kenal maka tak... sayang.. eh, maksudnya ta'aruf alias kenalan :D



PENGERTIAN FISIKA



sebelum mengetahui arti dari Fisika dan Hakikat Fisika itu sendiri, kita harus tau nih bahwa Fisika merupakan bagian dari sains. sains? apa itu sains? apakah sejenis makanan? oh tentu bukan, sains adalah kumpulan ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala alam yang mempelajarinya melalui pengamatan, eksperimen dan analisis. seperti mempelajari kenapa terbentuk pelangi? maka peristiwa pelangi tersebut diamati, kemudian dilakukan eksperimen sederhana untuk membuat pelangi buatan, setelah muncul hasilnya barulah dianalisis lalu kemudian dismpulkan.



Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah
Sains

ada berbagai macam cabang ilmu pengetahuan dari sains diantaranya adalah kimia, biologi, astronomi dan juga Fisika. well, sekarang kita bahas nih apa sih Fisika itu? seperti yang diterangkan sedikit di atas. Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan dari sains yang mempelajari materi dan energi serta interaksi dari keduanya serta membahas kejadian fisis dalam lingkup ruang dan waktu. 


apa sih materi dalam Fisika? yang dimaksud materi dalam Fisika adalah sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang, baik berupa cair, padat ataupun gas. sedangkan energi adalah tenaga atau keampuan untuk melakukan kerja. kalau fisis sendiri apa artinya sih kak? fisis itu artinya alam, yang diambil dari bahasa yunani. jadi dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari materi, energi yang ada di alam.

Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah
perubahan materi dalam Fisika

nah, sudah jelaskan pengertian dari Fisika di atas, semoga adik-adik dapat memahaminya ya. Sekarang pasti kalian ada yang bertanya, kenapa harus mempelajari Fisika? apakah sebegitu pentingnya? apa sih menfaat Fisika dalam kehidupan sehari-hari?


Bagi seorang ilmuwan Fisika, ilmu ini ibarat nyawa. Tanpa Fisika, kinerja dan pemikiran mereka tidak akan pernah terjawab. Seperti Isaac Newton yang menemukan gaya Gravitasi atau Einsten yang menemukan teori Relativitas. Selain itu, Fisika berperan besar dalam penemuan-penemuan teknologi seperti alat penerangan lampu oleh Thomas Alfa Edison, alat komunikasi Telepon oleh Alexander Graham Bell yang kemudian dikembangkan lagi oleh ilmuwan lainnya sehingga teknologi lebih canggih dan berkembang. Lain halnya dengan adik-adik yang saat ini masih sebagai siswa. Bagi seorang siswa, mungkin Fisika hanya berfungsi sebagai penentu kelulusan. tapi jangan salah, bahwa dengan belajar Fisika akan melatih kita untuk berpikir logis juga sistematis.Konsep-konsep dasar Fisika lainnya yang masih dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari adalah saat kamu akan mendirikan suatu bangunan kokoh dan masih banyak lagi.

Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah
Peritiwa Aurora


HAKIKAT FISIKA

Setelah memahami pengertian Fisika, kita lanjutkan pada pembahasan Hakikat Fisika. Karena Fisika masih merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) maka hakikat Fisika masih disamakan dengan IPA. menurut para ilmuwan Hakikat Fisika adalah:


1. Kumpulan pengetahuan (a body knowledge) yang selanjutnya disebut Fisika sebagai produk.
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia pasti butuh interaksi baik antar sesama manusia maupun antara manusia dan alam. Seluruh interaksi tersebut memunculkan suatu keingintahuan baik tentang alam maupun gejala fisis dalam kehidupan. Keingintahuan itu bisa terpecahkan jika ada penelitian. Dari berbagai penelitian itulah muncul berbagai teori atau dokumentasi kegiatan. Teori-teori itu nantinya didaftar, dikumpulkan, dan disusun secara sistematis menjadi kumpulan pengetahuan. Nah, kumpulan pengetahuan ini yang disebut sebagai produk.
dengan kata lain produk yang dimaksud dalam Fisika adalah kumpulan pengetahuan yang dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, rumus, teori dan model
Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah
Fisika sebagai produk: Rumus Hukum Gravitasi Newton

2. Cara untuk menyelidiki segala sesuatu (a way of investigating) yang selanjutnya disebut Fisika sebagai proses.
Gambaran umum Fisika sebagai proses adalah bagaimana cara ilmuwan bekerja dalam kegiatan ilmiah atau bagaimana cara mereka melakukan penelitian sampai menemukan suatu fakta.
Semua jenis produk dihasilkan setelah kita mempelajari gejala alam yang melibatkan materi,energy dan interaksinya melalui serangkaian proses. Proses tersebut meliputi langkah-langkah pengamatan, perumusan masalah, penyusunan hipotesis melalui eksperimen, analisis data, dan penarikan kesimpulan
3. Cara atau jalan berpikir (a way of thinking) yang selanjutnya disebut sebagai sikap.
Setiap langkah dalam proses membutuhkan sikap ilmiah yang baik, antara lain rasa ingin tahu, rasa percaya, kreatif, teliti, objektif, jujur, terbuka, mau bekerja sama, dan mau mendengarkan pendapat orang lain. Inilah makna Fisika sebagai sikap
Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah
Fisika sebagai sikap: Rasa ingin tahu Newton penyebab apel jatuh

METODE ILMIAH

Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol


ketika kita ingin mengetahui sesuatu hal atau saat ini lebih kita kenal dengan istilah kepo, maka harus ada tindakan supaya kita mengetahui hal yang kita kepokan tersebut. nah, tindakan itulah yang dinamakan dengan metode ilmiah. 


LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH


Dalam bertindak tentunya perlu ada langkah-langkah yang harus direncakan supaya kita berhasil untuk mengetahui hal yang kita inginkan, dalam hal ini adalah ilmu pengetahuan. maka itu disebut dengan langkah-langkah metode ilmiah. Berikut adalah tahapan metode ilmiah:



1. Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

2. Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat membantu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

3. Mengumpulkan Data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.

4. Menguji Hipotesis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. 

5. Merumuskan Kesimpulan

Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.

Nah, sampai disini dulu pembahasan Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah. semoga kalian dapat memahami uraian di atas ya. terimakasih :D

0 Response to "Hakikat Fisika dan Metode Ilmiah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel